Alih Bahasa

Senin, 31 Mei 2010

Tentara Zionis Serang Konvoy Bantuan Untuk Gaza - Arrahmah.com

Tentara Zionis Serang Konvoy Bantuan Untuk Gaza

Pemuda Islam Kota Solo beraksi Lagi, ''Bubarkan Densus 88'' - Arrahmah.com

SUIS

Di mana Saat Ini Indonesia?



Senin, 31/05/2010 10:11 WIB

Seharusnya Indonesia yang menjadi ‘vanguard’ (pelopor) untuk mendobrak blokade dan isolasi yang dilakukan rejim Zionis-Israel atas rakyat Palestina di Gaza yang sudah berlangsung hampir empat tahun.

Indonesia di mata dunia Islam, negara yang dipandang memiliki posisi strategis secara geopolitik, dan dengan jumlah penduduknya 240 juta, serta 90 persen penganut Islam, Indonesia tetap memiliki posisi tawar. Tidak ada negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang memiliki posisi yang sangat stretagis dibandingkan dengan Indonesia.

Dengan posisinya seperti itu, seharusnya Indonesia tidak membiarkan keadaan dan kondisi rakyat Palestina, yang terus diblokade dan diisolasi oleh Israel. Indonesia dapat menggunakan pengaruhnya di forum-forum internasional untuk membebaskan rakyat Palestina, yang sekarang ini menghadapi bencana kemanusiaan, akibat kebijakan dan tindakan rejim Zionis-Israel.

Indonesia yang memiliki posisi tawar dapat melakukan dialog dengan kelompok ‘Kwartet’ (AS, Rusia, Uni Eropa dan PBB), mencari sebuah solusi konkrit menghadapi sebuah kondisi yang sangat luar biasa seperti dialami rakyat Palestina di Gaza. Tidak ada negara manapun di dunia ini, yang dapat membenarkan tindakan Israel, yang benar-benar melakukan genosida terhadap rakyat Palestina secara terang-terangan, serta melakukan pelanggaran hak-hak dasar manusia. Seperti hak untuk hidup.

Seharusnya melalui sarana-sarana yang ada, termasuk kementerian luar negeri Indonesia, langkah-langkah konkrit dan agenda strategis dapat dilakukan yang bertujuan membebaskan rakyat Palestina. Memang, menyelesaikan masalah Palestina akan menghadapi kerumitan tersendiri, karena banyaknya perbedaan dikalangan para pemimpin Palestina, dan negara-negara Arab. Tetapi, langkah-langkah yang dilakukan Indonesia, tetap mempunyai arti penting dalam kehidupan bangsa Palestina.

Di Parlemen (DPR) yang menjadi Ketua Komisi I, yang membidangi pertahan-keamanan, luar negeri, dan intelijen dari Partai PKS, yaitu Kemal Aziz Stamboel. Selaku Ketua Komisi I, Kemal Stamboel yang mewakili Partai PKS, yang memilikki jargon ‘peduli’, seharusnya pula lebih memperlihatkan kepeduliannya, bukan hanya melakukan aksi-aksi massa dalam bentuk demo, yang menentang Israel, tetapi melakukan langkah-langkah koordinasi dengan partai-partai lainnya bersama dengan pemerintah melakukan gerakan yang dapat membebaskan rakyat Palestina, yang saat ini menghadapi ancaman bencana kematian.

Tetapi, kenyataannya yang ironi, justru posisi sebagai ‘vanguard’ (pelopor) dalam gerakan pembebasan rakyat Palestina di Gaza, yang menghadapi blokade dan isolasi adalah pemerintah Turki, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tayyib Recep Erdogan, yang bukan hanya menggerakkan mesin politiknya, tetapi melalui media, dan lembaga-lembaga karitas yang ada di Turki, berusaha sekuat tenaga membebaskan rakyat Palestina di Gaza dari kekejaman dan kebiadaban Zionis-Israel.

Turki terus memelopori di forum-forum internasional, mendorong negara-negara Arab, menekan Israel dan AS, serta melakukan lobi dengan negara-negara Uni Eropa, agar terlibat aktif dalam usaha membebaskan rakyat Palestina di Gaza dari kehidupan yang sangat menyedihkan saat ini.

Turki mengecam dengan sangat di forum-forum internasional atas kebiadaban Israel yang melakukan invasi militer ke Gaza Desember 2008 yang lalu. Erdogan secara terang-terangan di depan Presiden Shimon Peren, saat berlangsung pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengkritik pemerintah Israel, yang dinilai telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Turki yang disebut sebagai negara sekuler, dan konstitusinya masih sekuler, berani berhadapan dengan negara-negara pendukung utama Israel, seperti AS, Uni Eropa dan Rusia, menegaskan pendirian dan sikapnya.

Kapal-kapal yang membawa misi kemanusiaan dengan membawa bantuan sebanyak 150.000 ton, dan sejumlah tokoh dan anggota parlemen dari berbagai negara berangkat dari Istambul, Turki, bukan dari Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. Kapan Indonesia mempunyai posisi paling depan dalam membela bangsa-bangsa yang terdzalimi, termasuk rakyat Palestina, yang sekarang ini dijajah dan dihancurkan oleh Israel?

Turki adalah anggota Nato, dan sekutu utama AS, tetapi Turki berani bersikap dengan jelas, dan tidak takut menghadapi tindakan AS atas sikapnya yang membela rakyat Palestina yang di jajah oleh Israel. Turki berani membatalkan latihan perang dengan Israel yang didukung Nato.

Padahal, Indonesia menganut doktrin politik bebas dan aktif, dan menyatakan ‘kemerdekaan’ adalah hak segala bangsa di dalam konstitiusinya. Tetapi, mengapa membiarkan rejim Zionis-Israel terus menjajah dan memperbudak rakyat Palestina? Wallahu’alam.

sumber : http://www.eramuslim.com/editorial/di-mana-saat-ini-indonesia.htm

Pakistan: Facebook Sudah Minta Maaf

Selasa, 01/06/2010 08:18 WIB

Pakistan menyatakan bahwa Facebook sudah merespon protes negara itu terkait publikasi halaman-halaman di Facebook yang isinya menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw.

Menurut Menteri Informasi dan Teknologi Pakistan Najibullah Malik, Facebook sudah minta maaf dan menyatakan sudah menghapus semua halaman Facebook yang isinya melanggar kesucian agama. "Sebagai respon atas protes kami, Facebook sudah menyampaikan permohonan maaf dan menginformasikan pada kami bahwa semua materi yang isinya melanggar hal-hal yang disucikan oleh agama sudah dihapus dari URL," kata Malik.

Facebook, tambah Malik, meyakinkan pemerintah Pakistan bahwa publikasi materi-materi yang melecehkan Nabi Muhammad dan sejenisnya tidak akan terulang lagi.

Pemerintah Pakistan akhirnya mencabut penutupan akses ke jejaring sosial itu, setelah menerima permintaan maaf dari Facebook. Pakistan menutup secara resmi akses ke Facebook berdasarkan perintah pengadilan Lahore dua minggu yang lalu, setelah jejaring sosial itu memuat halaman berisi kompetisi menggambar kartun Nabi Muhammad Saw.

Komperisi itu memicu aksi protes rakyat Pakistan dan pada tanggal 19 Mei, ribuan warga Pakistan berunjuk rasa, mendesak agar Facebook menghapus halaman kompetisi itu dari Facebook. Kementerian Informasi dan Teknologi Pakistan baru-baru ini juga melakukan "pembersihan" terhadap situs-situs di internet yang isinya dianggap menghina Islam dan simbol-simbol Islam. Sejumlah Pejabat pemerintah Pakistan meminta para pakar informasi dan teknologi di negeri itu tetap mengawasi dan memantau situs-situs yang berisi agenda anti-Islam. (ln/prtv)

sungguh ironi bangsa ini yang mayoritas muslim tapi tidak ada tindakan yang "real" saat ummat ini dilecehkan, pakistan menekan pihak Facebook sehingga pihak tersebut mau untuk mengurangi dan menanngapi protes ummat islam, lalu apa yang dilakukan bangsa ini? terutama pihak pemerintah yang terlihat hanya diam saja ( admin)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pakistan-facebook-sudah-minta-maaf.htm

Rabu, 26 Mei 2010

ASIDOSIS RESPIRATORIK

A. PENGERTIAN.
Asidosis Respiratorik (Kelebihan Asam Karbonat).
1. Asidosis Respiratorik adalah gangguan klinis dimana PH kurang dari 7,35 dan tekanan parsial karbondioksida arteri (PaCO2) lebih besar dari 42 mmHg.
2. Kondisi ini terjadi akibat tidak adekuatnya ekskresi CO2 dengan tidak adekuatnya ventilasi sehingga mengakibatkan kenaikan kadar CO2 plasma.

B. KLASIFIKASI.

1. Asidosis Respiratori Akut.
Terjadi jika komponen ginjal belum berjalan dan HCO3- masih dalam keadaan normal. Seperti pada edema pulmonal akut, aspirasi benda asing, atelektasis, pneumutorak, syndrome tidur apnea, pemberian oksigen pada pasien hiperkapnea kronis (kelebihan CO2 dalam darah), ARSP.

2. Asidosis Respiratorik Kronis.
Jika kompensasi ginjal telah berjalan dan HCO3- telah meningkat. Terjadi pada penyakit pulmunari seperti emfisema kronis dan bronchitis, apnea tidur obstruktif.

C. ETIOLOGI.
1. Hambatan Pada Pusat Pernafasan Di Medula Oblongata.
a. Obat-obatan : kelebihan dosis opiate, sedative, anestetik (akut).
b. Terapi oksigen pada hiperkapnea kronik.
c. Henti jantung (akut).
d. Apnea saat tidur.

2. Gangguan Otot-Otot Pernafasan Dan Dinding Dada.
a. Penyakit neuromuscular : Miastenia gravis, poliomyelitis, sclerosis lateral amiotropik.
b. Deformitas rongga dada : Kifoskoliosis.
c. Obesitas yang berlebihan.
d. Cedera dinding dada seperti patah tulag-tulang iga.

3. Gangguan Pertukaran Gas.
a. PPOM (emfisema dan bronchitis).
b. Tahap akhir penyakit paru intrinsic yang difus.
c. Pneumonia atau asma yang berat.
d. Edema paru akut.
e. Pneumotorak.

4. Obstruksi Saluran Nafas Atas Yang Akut.
a. Aspirasi benda asing atau muntah.
b. Laringospasme atau edema laring, bronkopasme berat.
5. Hipofentilasi Dihubungkan Dengan Penurunan Fungsi Pusat Pernafasan Seperti Trauma Kepala, Sedasi Berlebihan, Anesthesia Umum, Alkalosis Metabolic.

D. MANIFESTASI KLINIS.

Tanda-Tanda Klinis Berubah-Ubah Pada Asidosis Respiratorik Akut Dan Kronis Yaitu:
1. Hiperkapnea mendadak (kenaikan PaCO2) dapat menyebabkan peningkatan frekuensi nadi dan pernafasan, peningkatan tekanan darah, kusust piker, dan perasaan penat pada kepala.
2. Peningkatan akut pada PaCO2 hingga mencapai 60 mmHg atau lebih mengakibatkan : somnolen, kekacauan mental, stupor, dan akhirnya koma,
juga menyebabkan sindrom metabolic otak, yang dapat timbul asteriksis (flapping tremor) dan mioklonus (kedutan otot).
3. Retensi O2 menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak, maka kongesti pembuluh darah otak yang terkena menyebabkan peningkatan tekanan intra cranial dan dapat bermanifestasi sebagai papilladema (pembengkakan dikus optikus yang terlihat pada pemeriksaan dengan optalmoskop).
4. Hiperkalemia dapat terjadi sebagai akibat konsentrasi hydrogen memperburuk mekanisme kompensatori dan berpindah kedalam sel, sehingga menyebabkan kalsium keluar dari sel.

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC.
1. Analisa gas darah memperlihatkan PaCO2 meningkat, lebih besar dari 45 mmHg (karena peningkatan CO2 adalah peyebab masalah).
2. Untuk asidosis yang berlangsung lebih dari 24 jam, maka kadar bikordinat plasma akan meningkat, lebih dari 26 mEa/e, yang mencerminkan kenyataan bahwa ginjal sedang mengekresikan lebih banya H+ dan menyerap lebih banyak baja.
3. Apabila kompensasi ginjal berhasil, maka PH plasma akan rendah, tetapi berada pada rentang normal. Apabila kompensasi tidak berhasil maka PH memperlihatkan konsentrasi H+ yang tinggi (< 7,35).
4. PH urine akan menjadi asam (menurun 6,0).
5. PO2 sama dengan normal atau mengalami penurunan.
6. Saturasi O2 sama dengan menurun.
7. Kalium serum sama dengan normal atau meningkat.
8. Kalsium serum sama dengan meningkat.
9. Klorida sama dengan menurun.
10. Asam laktat sama dengan meningkat.
11. Roentgen dada untuk menentukan segala penyakit pernafasan.
12. Pemeriksaan EKG : untuk mengidentifikasi segala keterlibatan jantung sebagai akibat PPOK.

G. PENATALAKSANAAN.
1. Pengobatan Diarahkan Untuk Memperbaiki Ventilasi Efektif Secepatnya Dengan :
a. Pengubahan posisi dengan kepala tempat tidur keatas atau posisi pasien dalam posisi semi fowler (memfasilitasi ekspansi dinding dada).
b. Latih untuk nafas dalam dengan ekspirasi memanjang (meningkatkan ekshalosi CO2).
c. Membantu dalam ekspektorasi mucus diikuti dengan penghisapan jika diperlukan (memperbaiki fentilasi perfusi).
2. Pemberian preparat farmakologi yang digunakan sesuai indikasi. Contohnya : bronkodilator membantu menurunkan spasme bronchial, dan antibiotic yang digunakan untuk infeksi pernafasan.
3. Tindakan hygiene pulmonary dilakukan, ketika diperlukan, untuk membersihkan saluran pernafasan dari mucus dan drainase purulen.
4. Hidrasi yang adekuat (2-3e/hari) diindikasikan untuk menjaga membrane mukosa tetap lembab dan karenanya memfasilitasi pembuangan sekresi.
5. Kadar O2 yang tinggi (750%) aman diberikan pada pasien selama 1-2 hari bilamana tidak ada riwayat hiperkapnea kronik.
6. Ventilasi mekanik, mungkin diperlukan jika terjadi krisis untuk memperbaiki ventilasi pulmonary.
7. Pemantauan gas darah arteri secara ketat selama perawatan untuk mendeteksi tanda-tanda kenaikan PaCO2 dan kemunduran ventilasi alveolar.